LDII Kurban

LDII Semarang Sembelih 349 Sapi Kurban 2026, Daging Dibagikan untuk Dhuafa

8 Bidang Headlines
Spread the love

LDII JATENG, SEMARANG — Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan warga LDII Kota Semarang untuk memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Tahun ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Semarang menyembelih 349 ekor sapi dan 131 ekor kambing yang didistribusikan kepada masyarakat, terutama kaum dhuafa.

Penyembelihan hewan kurban berlangsung sejak pagi di sejumlah masjid binaan LDII di berbagai wilayah Kota Semarang, Rabu (27/5/2026). Warga terlihat bergotong royong menangani proses penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging kurban.

Jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Proses penyembelihan dilakukan di masjid yang berada di bawah naungan Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kota Semarang.

Kurban 2026 di Semarang Utamakan Distribusi untuk Dhuafa

Sebagian hewan kurban juga diproses di Rumah Potong Hewan (RPH) Penggaron milik BUMD Pemerintah Kota Semarang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemotongan berjalan tertib, higienis, dan sesuai standar kesehatan.

Panitia Kurban LDII Kota Semarang, HM Yenuarso, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara ketat guna menjaga kualitas daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.

“Untuk menjamin keamanan dan kualitas daging, hewan kurban diperiksa agar memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yen itu, peningkatan jumlah hewan kurban menunjukkan tumbuhnya kesadaran warga dalam menjalankan ibadah sekaligus berbagi kepada sesama.

Ia menilai, kurban bukan hanya bentuk ibadah tahunan, tetapi juga sarana mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Nilai Ekonomi Kurban LDII Semarang Capai Rp10,5 Miliar

Ketua DPD LDII Kota Semarang, Soenarto, mengungkapkan bahwa total nilai ekonomi kurban sapi warga LDII tahun ini diperkirakan mencapai Rp10,5 miliar.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi harga satu ekor sapi sekitar Rp30 juta. Nilai tersebut mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban 2026 di Kota Semarang.

Soenarto menegaskan, distribusi daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan agar manfaat ibadah kurban dapat dirasakan secara luas.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya memastikan hewan kurban bebas dari penyakit zoonosis seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun antraks.

“Kami arahkan agar warga bisa berpatungan tujuh orang untuk kurban sapi. Selain lebih efisien, juga lebih barokah,” jelasnya.

LDII Jawa Tengah Gunakan Besek dan Daun Jati untuk Pengemasan Kurban

Pembina LDII Kota Semarang, KH Agus Rudi Hartono ST, menekankan bahwa ibadah kurban memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.

Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS menjadi landasan utama dalam menjalankan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan.

“Karena ibadah kurban adalah bentuk ketakwaan, maka hewan yang dikurbankan harus sehat, gemuk, tidak cacat, dan cukup umur. Pembagian dagingnya juga diprioritaskan kepada kaum dhuafa,” tandasnya.

Sementara itu, di Masjid Al Wali Ketileng, panitia juga melaksanakan penyembelihan 17 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar dengan harapan dapat membantu warga yang membutuhkan.

Pengurus Biro KIM DPW LDII Jawa Tengah, M. Shobirin, menambahkan bahwa secara keseluruhan LDII se-Jawa Tengah pada tahun 2026 menyembelih 6.229 ekor sapi, dua ekor kerbau, dan 9.707 ekor kambing.

Ia menyebut pengemasan daging kurban tahun ini menggunakan besek dan daun jati agar lebih sehat sekaligus ramah lingkungan. Jumlah hewan kurban tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *