LDII JATENG

LDII Jawa Tengah di Munas X Jakarta: Singgih Tri Sulistiyono Terima LPJ DPP dan Dorong SDM Unggul

Berita Nasional Headlines
Spread the love

LDII Jawa Tengah Terima LPJ DPP di Munas X Jakarta

LDII Jateng, Jakarta — Dewan Pimpinan Wilayah LDII Jawa Tengah menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2021–2026 dalam forum Munas X LDII yang digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin.

Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono, menyatakan pihaknya menerima penuh LPJ tersebut tanpa catatan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja DPP selama masa kepengurusan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas amal shalih Bapak Ketua Umum. Kami bersyukur dan bangga menjadi bagian dari sejarah LDII, serta menerima laporan pertanggungjawaban yang telah disampaikan,” ujarnya.

Dorongan “Naik Kelas” untuk LDII ke Depan

Dalam pandangannya, Singgih menekankan pentingnya peningkatan kualitas organisasi ke depan. Ia mengusung semangat “tomorrow must be better” sebagai arah pengembangan LDII berikutnya.

Menurutnya, kepengurusan selanjutnya harus mampu membawa organisasi naik kelas dengan program yang lebih terstruktur dan berdampak luas.

Apa Saja Masukan Strategis dari LDII Jateng?

LDII Jawa Tengah menyampaikan sejumlah rekomendasi penting dalam forum Munas:

1. Penguatan SDM Pendidikan

Singgih mendorong pembentukan asosiasi profesi di lingkungan LDII, seperti asosiasi dosen dan guru. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meniru keberhasilan Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI).

2. Penguatan Bidang Keagamaan

Usulan pembentukan lembaga hisab rukyat tingkat nasional menjadi perhatian, guna memperkuat aspek keilmuan dan praktik keagamaan.

3. Perbaikan Tata Kelola Organisasi

Standarisasi organisasi, monitoring, evaluasi, dan penjaminan mutu dinilai harus diperkuat hingga tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Budaya kerja dari pusat harus menular hingga ke tingkat bawah secara terstruktur,” tegasnya.

Fokus Lingkungan: Program LISDAL hingga Eco Pesantren

Isu lingkungan juga menjadi sorotan utama. Program Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LISDAL) diharapkan tidak hanya berjalan di tingkat organisasi, tetapi juga menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

Singgih merinci beberapa langkah konkret, antara lain:

Sekolah LDII menjadi sekolah Adiwiyata
Pondok pesantren menjadi Eco Pesantren
Masjid menjadi Eco Mosque
Kompleks warga menjadi bagian dari Program Kampung Iklim

Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kesadaran lingkungan berbasis komunitas.

Regenerasi dan Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045

Selain program kerja, LDII Jawa Tengah juga menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner di masa depan. Pemimpin LDII ke depan diharapkan memiliki pengalaman praktis, wawasan global, serta pemahaman di bidang strategis seperti energi terbarukan dan pendidikan.

Singgih juga menegaskan pentingnya regenerasi organisasi. Generasi muda LDII perlu dipersiapkan secara sistematis untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

“Kepemimpinan tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang dan berjenjang,” ujarnya.

Kontribusi LDII Jateng untuk Arah Organisasi Nasional

Pandangan umum yang disampaikan menjadi bentuk kontribusi aktif LDII Jawa Tengah dalam menyukseskan Munas X.

Seluruh masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan strategis organisasi ke depan, sehingga LDII semakin berperan dalam pembangunan umat dan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *