LDII JATENG, DEMAK — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Demak kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengabdian sosial melalui Gebyar Harmoni Kota Wali 2025.
Kegiatan ini menjadi implementasi konkret dari 8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa yang mencakup kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
LDII memandang pentingnya menyelaraskan program organisasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Karena itu, Gebyar Harmoni dirancang bukan sekadar kegiatan internal organisasi, tetapi menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Permasalahan rob yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Demak, khususnya Kecamatan Sayung, telah berdampak luas, mulai dari lingkungan permukiman hingga terganggunya jalur utama Pantura. Kondisi ini mendorong LDII Demak untuk memprioritaskan kegiatan sosial di wilayah terdampak.
Dengan memanfaatkan momentum Hari Kesetiakawanan Nasional 2025 bertema “Solidaritas Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas”, LDII menegaskan bahwa solidaritas sosial harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya seruan moral.
Apa Tujuan Utama Gebyar Harmoni Kota Wali Menurut LDII?
Melalui Gebyar Harmoni Kota Wali, LDII Demak menargetkan beberapa tujuan strategis. Pertama, menghadirkan bakti sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kedua, mendukung langsung pelaksanaan program lintas sektor pemerintah dalam pelayanan publik. Ketiga, memperkuat komunikasi, kesepahaman, dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Keempat, menjadi sarana pembelajaran organisasi sekaligus penyiapan peran generasi penerus LDII.
Semangat guyub bebarengan diusung agar seluruh elemen masyarakat merasa terlibat dan memiliki kegiatan ini.
Kegiatan Gebyar Harmoni Kota Wali 2025 dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, di halaman Balai Desa Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung. Pemilihan lokasi ini mencerminkan kepedulian LDII terhadap wilayah yang terdampak rob sekaligus menjadi perhatian publik.
LDII menilai Desa Sriwulan strategis sebagai contoh kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan instansi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik terpadu.
Dalam Gebyar Harmoni Kota Wali 2025, LDII berperan sebagai penggerak yang menyinergikan berbagai layanan publik, di antaranya pasar murah, cek kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan (GISA), literasi inklusi perpustakaan, kampanye anti korupsi, donor darah PMI, hingga edukasi lingkungan melalui program tukar sampah dengan kupon.
Seluruh stand dikemas secara edukatif dan interaktif, termasuk sosialisasi program pemerintah yang dipadukan dengan pembagian door prize agar pesan mudah diterima masyarakat.
Sinergi LDII dengan Pemerintah dan Tokoh Lintas Agama
Gebyar Harmoni Kota Wali melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bupati Demak, Bakesbangpol, MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ormas Islam, tokoh lintas agama, hingga unsur Forkopimcam dan pemerintah desa.
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah mengapresiasi LDII yang konsisten menghadirkan kegiatan pelayanan publik lintas sektor. Ia menilai format Gebyar Harmoni unik karena menggabungkan edukasi lingkungan, penguatan kerukunan umat beragama, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Apa Makna Gebyar Harmoni Kota Wali bagi LDII dan Masyarakat?
Bagi LDII, Gebyar Harmoni Kota Wali adalah wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi sarana mendapatkan pelayanan publik sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan lingkungan dan sosial.
Melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan, LDII Demak berharap Gebyar Harmoni Kota Wali dapat menjadi model kegiatan sosial yang berkelanjutan, mempererat harmoni sosial, serta mendukung terwujudnya Solidaritas Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas.***