LDII Jateng Perkuat 3 Bidang Strategis dalam Rakorwil II 2025

Headlines Organisasi
Spread the love

LDII JATENG — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah menegaskan arah pembangunan organisasi melalui penguatan tiga bidang strategis dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II yang berlangsung di Kompleks GNBS Kebonadem, Barangsong, Kendal, pada Minggu 16 November 2025.

Acara ini menjadi momen penting bagi LDII Jateng untuk menurunkan hasil Rakornas DPP LDII sekaligus mempertegas rencana kerja wilayah yang lebih efektif, modern, dan terukur.

Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono, menyampaikan bahwa tiga bidang yang dibahas yakni pendidikan dan pelatihan, pengabdian masyarakat, serta OKK (Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi).

Ketiganya menjadi fondasi utama dalam memastikan LDII membawa manfaat baik ke internal maupun masyarakat luas.
“Bidang ini menjadi cerminan yang merepresentasikan kemanfaatan LDII baik secara internal maupun eksternal,” ujarnya.

Pada bidang pendidikan dan pelatihan, LDII menekankan pentingnya pembinaan dua dimensi kompetensi, yaitu penguatan ilmu agama serta peningkatan kemampuan umum.

Menurut Singgih, lembaga pendidikan yang bermitra dengan LDII kini semakin berkembang, sehingga kualitas pelayanannya harus terus ditingkatkan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh setengah-setengah karena menyangkut masa depan generasi penerus.

“Kalau kita tidak bisa memberikan layanan yang terbaik, maka secara substansi kita merugikan generasi muda. Mereka punya hak mendapatkan pendidikan yang optimal,” kata Singgih.

Pihaknya juga mencontohkan standar Jepang yang ketat dalam pengelolaan lembaga pendidikan untuk memastikan masyarakat mendapat layanan berkualitas layak negara modern.

Sementara itu, dalam bidang pengabdian masyarakat, LDII mendorong agar nilai-nilai 29 karakter luhur yang selama ini ditanamkan dapat diimplementasikan lebih luas kepada masyarakat umum.

Pengabdian masyarakat menjadi ruang LDII untuk hadir langsung di tengah publik melalui program sosial, kesehatan, literasi, hingga pemberdayaan.

Bidang ketiga, yaitu OKK, mendapat perhatian khusus karena berkaitan dengan penguatan struktur, kaderisasi, dan tata kelola organisasi.

LDII kini tengah bertransformasi menjadi organisasi dakwah yang modern dengan sistem kerja berbasis teknologi.

Singgih menjelaskan bahwa digitalisasi data menjadi langkah besar untuk menciptakan tata kelola yang lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

“OKK ini merupakan upaya agar LDII menjadi organisasi dakwah Islam yang semakin modern, memenuhi standar modernitas baik dalam fasilitas manual maupun digital,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa sistem aplikasi sudah disiapkan untuk memudahkan DPP hingga pengurus wilayah dalam mengakses data organisasi.

“Kalau DPP butuh data apa, buka database langsung dapat. Tapi dari bawah tingkat PAC harus rutin input data. Tanpa dukungan akar rumput, DPP tidak bisa mengetahui kondisi sebenarnya,” tegasnya.

Upaya ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi dari pusat hingga tingkat anak cabang.

Ketua Korwil LDII Wilayah 3, Dr. Ardito Bhinadi, menambahkan bahwa pengabdian ini sejalan dengan program pemerintah.

“Kontribusi LDII diarahkan untuk memperkuat Asta Cita Presiden Prabowo lewat program kita yaitu 8 pengabdian untuk bangsa,” jelas Ardito.

Ia menyebut pendidikan, kesehatan, dan penguatan SDM sebagai fokus utama yang diperkuat pada Rakorwil kali ini agar LDII dapat terus memberi manfaat nyata.

Rakorwil II ini menjadi langkah nyata LDII jateng untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pengabdian masyarakat, dan memperkuat struktur organisasi berbasis digital.

Melalui konsolidasi yang solid, LDII Jateng berharap seluruh pengurus dan kader dapat bergerak seirama dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada umat dan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *