LDII Klaten Hadiri Kirab Festival Budaya Santri 2026

Berita Daerah Fashion Headlines Lifestyle Organisasi
Spread the love

KLATEN – Semangat menjaga warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman mewarnai penyelenggaraan Kirab Festival Budaya Santri 2026 di Alun-Alun Klaten, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan peran santri dalam menjaga tradisi, membangun karakter, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan, di antaranya perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kehadiran unsur organisasi kemasyarakatan dan pesantren ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam merawat kebudayaan sekaligus menanamkan nilai-nilai religius di tengah kehidupan masyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya H. Khumaidin, S.Ag., M.Ag. dari Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, serta perwakilan DPD LDII Kabupaten Klaten, Ir. Singkir. Hadir pula Agus Sunardo selaku Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten.

Pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia melalui penguatan ilmu agama, pendidikan karakter, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.

Kirab Festival Budaya Santri bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan kekayaan budaya lokal. Tradisi yang diwariskan para leluhur merupakan bagian dari identitas bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Dalam konteks kehidupan pesantren, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menghargai keberagaman, menjaga persatuan, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Keterlibatan LDII, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, dan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut turut mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan yang harmonis. Sinergi antara tokoh agama, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda menjadi salah satu modal penting dalam menjaga persatuan.

Melalui Kirab Festival Budaya Santri 2026, Klaten menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan penguatan nilai religius dapat berjalan beriringan. Santri bukan hanya penjaga tradisi keagamaan, melainkan juga bagian dari generasi penerus yang memiliki tanggung jawab menguatkan karakter bangsa menuju Indonesia Emas. (Rizal Putra Milda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *