ti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar di area parkir Polres Klaten, Kamis (19/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya cipta kondisi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.
Pemusnahan dipimpin Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, serta dihadiri jajaran Forkopimda, Pj Sekda, tokoh agama, dan perwakilan ormas Islam termasuk DPD LDII Kabupaten Klaten.
Dalam laporannya, Kapolres merinci barang bukti yang dimusnahkan meliputi 2.499 botol miras jenis ciu, 276 botol miras berbagai merek, serta 233 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong). Operasi tersebut dilaksanakan secara intensif dalam beberapa pekan terakhir sebagai bentuk komitmen pemberantasan penyakit masyarakat.
“Pemusnahan barang bukti miras dan knalpot brong ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan,” tegas AKBP Moh Faruk Rozi yang baru menjabat sebagai Kapolres Klaten.
Ketua DPD LDII Klaten, Sigit Winoto saat menandatangani berita acara pemusnahan BB. Foto: Lines
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi gerak cepat jajaran kepolisian dalam merespons aduan masyarakat terkait peredaran miras dan gangguan kebisingan. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat guna menekan peredaran miras, narkoba, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Klaten, Sigit Winoto, menyatakan dukungan penuh atas langkah tegas tersebut. Menurutnya, ketenteraman lingkungan merupakan kunci agar umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk, aman, dan nyaman.
“Ketenteraman lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Mari kita jaga kesucian bulan Ramadhan dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan berpotensi mengganggu ketenangan ibadah,” ujarnya.
Pemusnahan ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta polusi suara yang kerap mengganggu warga saat pelaksanaan tarawih maupun waktu istirahat. LDII Klaten menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang religius, aman, dan damai, sehingga Ramadhan dapat disambut dengan hati yang bersih dan suasana yang kondusif. (Lines Klaten/Rpm)