LDII JATENG, KARANGNYAR — Sebanyak 334 relawan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karanganyar mengikuti Apel Besar dan pelatihan kebencanaan di Markas Komando (Mako) BPBD Kabupaten Karanganyar, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan personal sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi ancaman bencana alam.
Mengusung tema “Relawan Tangguh, Siap Melayani dan Mengabdi untuk Negeri”, para peserta yang hadir berasal dari 17 kecamatan di seluruh Kabupaten Karanganyar. Mereka terbagi dalam berbagai divisi teknis, mulai dari tim tanggap bencana, medis, komunikasi, logistik, evakuasi, hingga tim dapur umum.
Kabupaten Karanganyar memiliki potensi kerawanan bencana yang beragam. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi krusial dalam mempercepat penanganan saat keadaan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, mengapresiasi inisiatif LDII dalam membina para anggotanya agar memiliki kapasitas teknis serta respons cepat di lapangan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun ketangguhan daerah. Kehadiran Relawan LDII menjadi mitra strategis yang diharapkan terus berkembang,” ujar Sugiharjo.
Materi Pelatihan: Dari Dapur Umum hingga Vertical Rescue
Setelah pelaksanaan apel, para peserta langsung dibekali materi simulasi dan praktik lapangan yang dipandu oleh instruktur berpengalaman. Ada dua fokus utama pelatihan teknis yang diberikan:
Manajemen Dapur Umum dan Logistik
Para relawan dilatih merencanakan kebutuhan pangan, mengelola pasokan logistik, serta menyajikan makanan secara higienis dan efisien untuk korban terdampak maupun petugas lapangan.
Teknik Penyelamatan Medan Vertikal (Vertical Rescue)
Pelatihan ini menekankan pada teknik evakuasi korban di medan curam atau ketinggian. Relawan dibekali pengetahuan mengenai penggunaan peralatan keselamatan standar, standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, serta kerja sama tim dalam situasi ekstrem.
Komitmen LDII Karanganyar dalam Pelayanan Kemanusiaan
Ketua DPD LDII Kabupaten Karanganyar, Sutrima, menegaskan bahwa keterlibatan warga LDII dalam kegiatan kebencanaan adalah bagian dari pengabdian sosial yang berkelanjutan.
“Menjadi relawan bukan sekadar menjalankan tugas sosial, tetapi merupakan wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Relawan harus memiliki semangat melayani tanpa pamrih, disiplin, serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat ketika terjadi bencana maupun kegiatan kemanusiaan lainnya,” tegas Sutrima.
Melalui agenda konsolidasi dan pelatihan terpadu ini, LDII Karanganyar berkomitmen untuk terus mensinergikan jajarannya bersama BPBD, TNI, Polri, serta potensi relawan lainnya guna mewujudkan Kabupaten Karanganyar yang lebih tangguh dan siap siaga menghadapi kondisi kedaruratan.
Ringkasan Kegiatan
Kegiatan: Apel Besar & Pelatihan Kebencanaan Relawan LDII Karanganyar
Lokasi: Mako BPBD Kabupaten Karanganyar
Jumlah Peserta: 334 Relawan (dari 17 Kecamatan)
Fokus Pelatihan: Manajemen Dapur Umum, Logistik, dan Vertical Rescue