LDII JATENG | BANYUMAS — Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Banyumas menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyumas serta dua yayasan pendidikan, yakni Yayasan Alkautsar Bina Insani dan Yayasan Haji Muhammad Mahmud.
Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Kautsar Purwokerto, Kamis (23/4), di sela kegiatan musyawarah rutin bulanan DPD LDII Kabupaten Banyumas. Kegiatan itu dihadiri Ketua dan jajaran pengurus harian DPD LDII Banyumas, serta pimpinan kedua yayasan.
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Banyumas, Sarlan, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara DPP LDII dan PB PERSINAS ASAD yang ditandatangani pada 11 Oktober 2022.
“MoU tersebut mengatur sinergi program pembinaan anggota dan binaan antara LDII dan PERSINAS ASAD, yang kemudian kami turunkan dalam bentuk PKS di tingkat daerah,” jelas Sarlan.
Ia menambahkan, PKS ini secara umum mengatur mekanisme kerja sama dalam pembinaan fisik, mental spiritual, serta pendidikan karakter bagi anggota PERSINAS ASAD yang berada di bawah naungan LDII dan yayasan.
Dalam implementasinya, DPD LDII bersama yayasan bertindak sebagai pihak pertama yang menyediakan waktu, peserta, dan fasilitas latihan. Sementara itu, Pengkab PERSINAS ASAD sebagai pihak kedua menyediakan pelatih serta materi latihan, meliputi seni beladiri, pencak silat prestasi, hingga seni tradisi.
Lebih lanjut, Sarlan menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini juga menjadi bentuk legalitas pembinaan olahraga pencak silat di berbagai majelis taklim. Pembinaan tersebut mencakup tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) desa/kelurahan, Pimpinan Cabang kecamatan, hingga tingkat DPD LDII se-Kabupaten Banyumas, termasuk lembaga pendidikan umum dan keagamaan di bawah naungan yayasan.
“Kami yakin melalui pembinaan yang konsisten akan lahir generasi yang tangguh dan siap mendukung bela negara,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia berharap dari kalangan warga LDII akan lahir atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional.
“Mereka diharapkan memiliki kebanggaan dan kecintaan yang kuat terhadap pencak silat sebagai warisan budaya asli bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Humas PERSINAS ASAD Jateng)