LDII JATENG, KENDAL — DPD LDII Kabupaten Sukoharjo berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Biro TIAT dan KIM LDII Jawa Tengah 2026 yang digelar di Kendal. Agenda ini menegaskan arah baru penguatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai fondasi kinerja organisasi di era digital.
Dorongan Kreativitas dan Nilai Perjuangan
Wanhat DPP LDII Jateng, Farid Abdurrahman, menekankan bahwa KIM perlu dikelola secara kreatif dengan orientasi pengabdian. Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap LDII harus dijaga melalui kontribusi nyata dan pengelolaan komunikasi yang tepat.
Ia juga mendorong peningkatan performa struktur organisasi, baik di tingkat DPW maupun DPD, terutama dalam merespons percepatan digitalisasi.
Mindset Digital dan Tantangan Informasi
Ketua DPW LDII Jateng, Singgih Tri Sulistyono, menyoroti pentingnya pola pikir adaptif. Ia menjelaskan bahwa era digital memungkinkan setiap individu menjadi produsen informasi tanpa filter, sehingga organisasi perlu hadir untuk menertibkan arus informasi sekaligus membangun citra positif.
Dengan sekitar 66% masyarakat telah terhubung internet dan dominasi generasi muda di ruang digital, ia menilai potensi ini harus dimanfaatkan secara strategis.
Transformasi TIAT: Dari Infrastruktur ke Strategi
Praktisi IT, Lukman Abdul Fatah, memaparkan bahwa TIAT tidak lagi sekadar fungsi teknis, tetapi menjadi penggerak strategi organisasi. Transformasi tersebut meliputi:
- Konvergensi telekomunikasi dan informatika
- Penguatan pusat data organisasi
Tata kelola investasi teknologi berbasis nilai
Ia menegaskan bahwa telematika kini menjadi tulang punggung integrasi sistem dan distribusi informasi.
Rebranding dan Penguatan User Experience
Dalam sesi transformasi digital, Rakor menekankan pentingnya:
- Integrasi sistem telematika
- Modernisasi media komunikasi
- Re-branding TIAT berbasis User Experience (UX)
Pendekatan ini diarahkan agar informasi organisasi dapat disampaikan secara real-time, terstruktur, dan mudah diakses.
Respons Daerah: Momentum Berbenah
Ketua TIAT DPD LDII Sukoharjo, Bagus Wahyu Maskuri, menilai Rakor ini sebagai pijakan penting untuk pembenahan di daerah.
“Ini momentum untuk beradaptasi lebih cepat, baik dalam pengelolaan teknologi maupun pembangunan sistem informasi yang terintegrasi,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya akan fokus pada:
- Penguatan tata kelola digital
- Peningkatan kapasitas SDM
- Optimalisasi media informasi yang profesional dan kredibel
Ia optimistis langkah ini akan memperkuat kontribusi LDII sekaligus membangun citra organisasi yang modern dan kompetitif.***