LDII

Ketua DPW LDII Jawa Tengah Hadiri Safari Ramadan Tarawih Keliling Pemkot Semarang di Rumah Dinas Wali Kota

Headlines Organisasi
Spread the love

LDII JATENG, SEMARANG — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Tengah menghadiri kegiatan Safari Ramadan Tarawih Keliling (Tarling) Pemerintah Kota Semarang putaran ke-21 yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang selama bulan suci Ramadan. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat luas.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kebersamaan antar elemen masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah Kota Semarang selama bulan Ramadan.

Rangkaian Ibadah dan Tausiyah Ramadan

Acara Tarawih Keliling diawali dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama. Kegiatan tersebut kemudian diisi dengan tausiyah keagamaan yang memberikan penguatan spiritual kepada para jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Muhammad Iwan, pengasuh Pondok Pesantren Shirothol Mustaqim Semarang, bertindak sebagai imam salat. Sementara Zulfan Hilmi Bebeto bertugas sebagai muadzin.

Adapun tausiyah disampaikan oleh Ustaz Muchsin Anshorudin, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Keagamaan, Pendidikan, dan Dakwah serta merupakan dosen di STIKES Semarang.

Makna dan Keistimewaan Bulan Ramadan

Dalam ceramahnya, Ustaz Muchsin Anshorudin menjelaskan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan perintah wajib dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW dan termasuk dalam salah satu Rukun Islam.

Ia juga menyampaikan pesan Nabi Muhammad SAW agar umat Islam bersyukur ketika dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan.

“Bersyukurlah wahai umat Nabi Muhammad yang dapat berjumpa dengan bulan Ramadan. Mintalah pertolongan kepada Allah agar dapat memanfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ketaatan dan amal kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah keistimewaan bulan Ramadan yang menjadikannya berbeda dengan bulan lainnya, di antaranya:

Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan

Bulan penuh rahmat dari Allah SWT

Pahala amal ibadah yang dilipatgandakan

Bulan pengampunan dosa bagi umat yang bertobat

Turunnya malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan

Ilustrasi Mencari Lailatul Qadar

Untuk menggambarkan pentingnya mencari Lailatul Qadar, penceramah memberikan ilustrasi sederhana kepada jamaah.

Ia mengibaratkan sepuluh malam terakhir Ramadan seperti sepuluh kotak, di mana salah satunya berisi berlian yang sangat berharga. Jika seseorang membuka seluruh kotak tersebut, maka peluang untuk mendapatkan berlian tersebut semakin besar.

“Begitu juga dengan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Jika kita bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam tersebut dengan ibadah, insyaAllah kita akan mendapatkan Lailatul Qadar,” jelasnya.

Momentum Meningkatkan Kualitas Ibadah

Melalui kegiatan Safari Ramadan Tarawih Keliling, pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk LDII Jawa Tengah, berharap dapat memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas ibadah umat Islam selama Ramadan.

Di akhir tausiyah, jamaah juga diajak untuk memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya, bahkan dengan semangat seolah-olah Ramadan tahun ini merupakan kesempatan terakhir untuk beribadah. Hal tersebut diharapkan dapat memotivasi umat Islam untuk lebih maksimal dalam menjalankan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *