Kunjungi Ponpes Budi Utomo, Ketua MUI DKI: Protokol Kesehatan Sudah Lama Diajarkan Islam

Solo — Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini bukanlah hal baru diterapkan umat muslim. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, telah diajarkan Islam untuk menjaga kebersihan karena hal itu merupakan sebagian dari iman.

“Islam sudah mengajarkan semua, dengan menjalankan ajaran Islam selalu menjaga kesehatan dan imunitas itu selesai. Kebersihan sebagian dari iman itu tidak hanya fisik, tetapi hati juga,” terang Ketua Majelis Ulama (MUI) DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis (6/8) siang.

Dikatakan, kunjungannya ke Kota Solo sangat mendadak karena di sela-sela ziarah di wilayah Jawa Timur. Kunjungan itu juga sebagai sarana silaturahmi antar Ormas di seluruh Indonesia. Ia mencontohkan hal-hal positif di setiap Ormas bisa diterapkan untuk membangun Indonesia ke depan. Mengingat, harapan bangsa Indonesia ke depan berasal dari santri-santri pondok pesantren.

“MUI harus bersahabat dengan seluruh Ormas di Indonesia. Memang saya sampaikan juga untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pesantren,” imbuh dia.

Di tempat yang sama, Wakil Pembina Ponpes Budi Utomo, Muhammad Taufiq mengatakan, penerapan program Jogo Santri sesuai arahan Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin. Ponpes Budi Utomo, lanjutnya, sudah menyiapkan ruangan karantina dan fasilitas sarana protokol kesehatan dengan lengkap. Menurutnya, saat ini para santri sudah mulai berdatangan kembali ke pondok.

“Kalau dipulangkan tidak, tetapi kalau santri izin pulang diperbolehkan. Saat ini sudah 60-an santri kembali ke pondok, dari total santri sebanyak 493. Begitu santri kembali ke pondok langsung dikarantina,” jelasnya.

Ditegaskan, kegiatan belajar mengajar saat ini sudah dimulai sesuai arahan pemerintah. Namun santri yang masih berada di daerah mengikuti pelajaran secara daring.

Sumber : timlo.net

Editor : Marhaendra Wijanarko