Category: LDII Sebagai Ormas

Kakankemenag Kota Semarang Terima Audiensi Pengurus DPD LDII

Kakemenag Semarang kota Muhdi bersama pengurus DPD LDII Kota Semarang

Semarang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Semarang, Rabu (3/6) di ruang kerjanya. Pertemuan dalam rangka perkenalan dan silaturahmi diikuti oleh Suhindoyo (ketua), Yenuarso (wakil ketua), Indarwanto (sekretaris) dan Sholihul Hadi (bendahara) mewakili pengurus. Ketua DPD LDII […]

Pendidikan Politik Ormas

Oleh Singgih Tri Sulistiyono Banyak orang berpendapat kehidupan kita sebagai komunitas bangsa yang bernegara tengah menghadapi banyak persoalan sehingga terjadi kekarutmarutan dalam segala aspek kehidupan. Kekisruhan distribusi soal ujian nasional di 11 provinsi wilayah tengah Indonesia hanya bagian kecil dari sekian banyak persoalan tersebut. Masih banyak kekarutmarutan, bahkan jauh lebih […]

Neoliberalisme dan Reposisi Ormas Islam

Oleh Singgih Tri Sulistiyono “Ormas Islam harus bisa memosisikan diri guna membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan pornografi” Reposisi dapat diartikan sebagai upaya kembali memosisikan atau mengubah ke posisi baru supaya bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan strategis. Dalam konteks ini, pertanyaannya adalah seberapa mendesakkah sehingga ormas Islam perlu mereposisi diri? […]

Peneguhan Peran Ormas Islam

Oleh Singgih Tri Sulistiyono Bagi Indonesia, konflik internasional dan dampak negatifnya sudah dirasakan sejak berabad-abad lalu ketika ”kepulauan” Indonesia menjadi contesting ground di antara negara kapitalis dan imperialis. Bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, dan sebagainya saling bertempur memperebutkannya. Konflik tersebut menyeret masyarakat Indonesia ke dalam konflik yang juga berdimensi internasional. Setelah […]

LDII Jateng Deklarasikan Anti Hoax dan Radikalisme

DPW LDII Provinsi Jawa Tengah mengutuk keras dan menyatakan perang terhadap fitnah, ujaran kebencian, hoax atau kabar bohong dan radikalisme. Sebab perilaku tersebut menimbulkan ketidakharmonisan di antara elemen masyarakat. Bahkan bisa berakibat pada class of civilization, konflik horisontal yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan negara. Demikian disampaikan Ketua Umum LDII, Prof Dr […]

Darimana LDII mendanai kegiatannya?

Sesuai dengan ART Pasal 30, LDII mendapatkan dana dari sumbangan yang tidak mengikat, yang diperoleh dari bantuan dan/atau sumbangan yang tidak mensyaratkan sesuatu kepada LDII.  Sebagian besar dana sumbangan dikumpulkan dari warga LDII sendiri (swadana). Selain dari warganya, LDII juga menerima sumbangan dalam berbagai bentuk dari Pemerintah RI, swasta maupun […]

Apakah sarana-prasarana yang digunakan LDII merupakan milik organisasi LDII?

Semua sarana-prasarana termasuk mesjid di pelosok tanah air yang diberi papan nama LDII, bukanlah milik organisasi LDII, melainkan milik warga LDII secara perorangan yang pengelolaannya diserahkan kepada organisasi LDII atas dasar ikatan perjanjian ”pinjam pakai” di hadapan notaris/pejabat setempat. Dengan demikian status kepemilikan sarana prasarana tersebut adalah tetap milik perorangan.