Peran Ilmuwan dan Sains Islam Dalam Membentuk Peradaban Dunia (3)

Ilmu pengetahuan Islam meliputi bidang yang sangat luas sebagaimana yang bisa dilihat dari beragamnya jenis karya-karya sains popular Arab terkait keajaiban ciptaan Alloh. Begitu ekstensifnya definisi pengetahuan ilmiah tersebut bisa dibuktikan dari karya tulis kaum cendekiawan Islam terkenal, yang banyak dari mereka merupakan polymath, yang menulis berbagai topik bahasan di dalam lingkup sains dan bahkan sampai jauh merambah ke luar batasan-batasan tradisional sains, termasuk ilmu ghaib dalam alkemi (kimia), astrologi, sejumlah aliran mistik dan sihir.

Beberapa penyebutan istilah dalam Islam dan arab sendiri yang dikaitkan dengan sains perlu dibahas secara khusus. Ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang di dunia Islam di abad pertengahan dipandang sesuatu yang asing bagi kaum cendekiawan Muslim pada awalnya, karena sebagian sains itu di-impor dari Yunani dan banyak bertentangan dengan cabang-cabang ilmu pembelajaran misalnya studi Al-Qur’an, ajaran-ajaran Nabi, hukum Syari’at, teori ortodoks, puisi Persia dan bahasa Arab. Kebanyakan kalangan ilmuwan di dunia Islam adalah Muslim, tetapi terdapat pula sejumlah orang Kristen dan Yahudi yang setia pada agama perbintangan Mesopotamia. Umumnya mereka menulis dalam bahasa Arab, namun sebuah survey tentang manuskrip sains Islam yang masih ada sampai sekarang, yang dilakukan Boris A Rozenfeld dan Ekmelledin Ihsanoglu, mendokumentasikan karya-karya tulis berbahasa Persia, Syria, Sansekerta, Tajiki, Urdu, Turki kuno, Tatar, Uzbek dan bahasa-bahasa Asia lainnya. Ilmuwan-ilmuwan itu adalah orang-orang yang berasal dari bangsa-bangsa Arab, Persia, Mesir, Maroko, Spanyol, tatar, Turki, Mongol dan bangsa-bangsa Asia lainnya. Namun apapun agama mereka, apapun asal bangsa ataupun bahasa mereka, mereka menjadi bagian dari dunia Islam yang berbahasa Arab, sama halnya seperti kaum cendekiawan barat dari akhir abad pertengahan yang menjadi bagian dari dunia Latin Kristen, sementara mereka yang berasal dari kerajaan Bizantium, dengan ibukotanya Konstantinopel, mereka adalah orang-orang Kristen Ortodoks yang menggunakan bahasa Yunani yang masih memiliki ikatan budaya dengan Yunani-Romawi kuno.

Hasil survey tersebut mendokumentasikan manuskrip-manuskrip yang masih ada sampai sekarang yaitu sebanyak 1711 karya tulis kalangan ilmuwan Arab, berikut 1376 karya yang penulisnya tidak dikenal. Manuskrip-manuskrip tersebut disusun menurut judul sesuai topic-topik pembahasannya masing-masing yang mencakup bidang matematika, astronomi, ilmu mekanika, fisika, music, geografi matematika, geografi deskriptif, kimia dan alkemi, mineralogy, meteorology, zoology, botani, filsafat, juga termasuk astrologi, sihir dan berbagai bentuk ilmu ramalan. Hanya sedikit saja dari karya-karya tersebut yang telah dipelajari dan dipublikasikan dalam translasi modern.

Karya-karya tertulis tersebut disimpan di perpustakaan-perpustakaan kota di 50 negara, termasuk 16 yang berada di Istambul (Turki) saja, dan yang merupakan koleksi manuskrip yang paling berharga adalah yang berada di scriptorium masjid Sulaiman. Jadi jelas terbukti dimana ilmu pengetahuan tumbuh dan berkembang di dunia Islam dan bagaimana ilmu pengetahuan tersebut diteruskan sampai ke wilayah Barat di awal lahirnya era renaisans yang kemudian mengubah dunia Eropa untuk seterusnya sampai sekarang. (WD)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *